1. TEORI MAKRO KLASIK
Teori
ini didasarkan pada sistem bebas berusaha, artinya mempunyai kemampuan
untuk kembali ke posisi keseimbangan secara otomatis. Terjadi tangan bebas atau
pasar bebas dalam mencapai keseimbangan sehingga terjadi "full
employment" atau kesempatan kerja penuh atau tidak ada pengangguran.
Suatu perekonomian dengan pasar bebas memiliki kekuatan sebagai mekanisme yang
mampu membawa perekonomian sesuai dengan kondisi yang
diinginkan. Ahli-ahli dalam ekonomi klasik antara lain:
- Karl Marx
- Adam Smith
- J.S. Mill
- John Keynes
Ciri-ciri dari teori ini adalah:
a)
Pemerintah tidak ikut campur tangan, peran
pemerintah hanya pada masalah penegakan hukum, menjaga keamanan dan pembangunan
infrastruktur.
b)
Harga output suatu barang ditentukan
oleh produsen dan konsumen.
c)
Terdapat pandangan yang diungkapkan oleh
Say, "Supply creates its demand". ungkapan ini pada dasarnya
perpendapat semua barang dan jasa yang akan dijual. Pandangan ini didasarkan
kepada keyakinan ahli-ahli ekonomi klasik mengenai faktor-faktor yang
menentukan suku bunga.
d)
Tingkat upah ditentukan oleh permintaan
dan penawaran tenaga kerja.
e)
Kelebihan tenaga kerja akan
menurunkan upah dan kekurangan tenaga kerja akan meningkatkan upah.
Teori perkonomian ini masih memiliki dua sektor sederhana:
Y = C +
I
Y: Pendapatan nasional
suatu negata
C: Konsumsi secara
agregat
I: Investasi
2. TEORI MAKRO NEO-KLASIK
Teori pertumbuhan
neo-klasik dikembangkan oleh Prof. Robert Solow, yang memperoleh
hadiah nobel pada tahun 1987 untuk teorinya tersebut. Teorinya dikemukakan
dalam "Quarterly Journals of Economics" terbitan
bulan Februari 1956, dalam tulisan yang berjudul "A Contribution
of The Theory od Economics Growth."
Ciri-ciri dari teori ini adalah:
a)
Perkembangan faktor-faktor produksi dan kemajuan
teknologi merupakan faktor utama yang menentukan tingkat pertumbuhan ekonomi
pada suatu masa tertentu dan perkembangannya dari waktu ke waktu lainnya.
b)
Teori ini melihat bagaimana setiap
faktor produksi dan perkembangan teknologi mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.
c)
Teori ini menganalisis pula sumbangan dari
perkembangan stok modal dan perkembangan teknologi dalam pembangunan ekonomi.
d)
Pemerintah sudahikut campur tangan dalam
perekonomian negara.
e)
Kemungkinan terjadinya inflasi dan sudah
diberlakukan pajak.
Teori perkonomian ini memiliki tiga sektor:
Y = C +
I + G
Y: Pendapatan nasional
suatu negata
C: Konsumsi secara
agregat
I: Investasi
G: Pemerintah
3. TEORI MAKRO KEYNES (KEYNESIAN)
Keynes mengkritik pendapat ahli-ahli ekonomi klasik,
dia menyatakan bahwa:
- Tingkat kegiatan dalam
perekonomian ditentukan oleh pembelanjaan agregat.
- Perekonomian tidak
selalu mencapai tingkat kesempatan kerja penuh.
- Suku bunga
ditentukan oleh permintaan dan penawaran uang.
Ciri-ciri dari teori ini adalah:
a)
Sistem pasar bebas tidak akan dapat
membuat penyesuaian-penyusuaian yang akan menciptakan kesempatan kerja penuh.
Untuk mencapai keadaan itu diperlukan kebijakan-kebijakan pemerintah.
b)
Fleksibilitas suku bunga tidak akan
mewujudkan keadaan-keadaan dimana investasi adalah sama dengan tabungan yang
akan diwujudkan pada kesempatan kerja penuh.
c)
Tingkat upah adalah "Rigid",
yaitu tidak mudah berubah dan terutama ia sukar untuk diturunkan ke
bawah.
d)
Perdagangan tidak harus didalam negeri, tetapi
juga di luar negeri. (ekspor-impor).
e)
Terdapat tiga kebijakan pemerintah yaitu:
1.
Kebijakan fiskal
2.
Kebijakan moneter, dan
3.
Pengawasan langsung
Teori perkonomian ini sudah memiliki empat sektor:
Y = C +
I + G + ( x - m )
Y: Pendapatan nasional
suatu negata
C: Konsumsi secara
agregat
I: Investasi
G: Pemerintah
x: Ekspor
m: Impor
Tidak ada komentar:
Posting Komentar